Perempuan di balik Centipede: kisah Dona Bailey, perancang arcade yang mengubah siapa yang bermain
Di divisi arcade Atari yang dipenuhi laki-laki, Dona Bailey menciptakan Centipede dengan warna pastel dan kendali trackball. Hasilnya salah satu game arcade tersukses awal 1980-an, dan salah satu yang paling banyak dimainkan perempuan.
Ketika saya menyusuri sejarah game-game arcade yang saya cintai, sebagian besar nama yang muncul adalah laki-laki. Industri arcade awal 1980-an memang hampir seluruhnya diisi pria, dan itulah yang membuat kisah Dona Bailey begitu menonjol. Ia adalah satu-satunya perempuan di divisi coin-op Atari pada masanya, dan game yang ia ciptakan, Centipede, bukan hanya salah satu yang tersukses pada zamannya, tetapi juga salah satu yang paling banyak dimainkan oleh perempuan. Kisahnya adalah cerita tentang bagaimana satu sudut pandang yang berbeda bisa mengubah bukan sekadar sebuah game, tetapi siapa yang merasa diundang untuk memainkannya.
Dari memprogram mobil ke memprogram game
Sebelum masuk dunia game, Dona Bailey bekerja di tempat yang tak terduga: industri otomotif. Ia direkrut General Motors pada 1978 sebagai programmer, dilatih dalam bahasa assembly untuk mikroprosesor 6502, dan selama sekitar dua tahun mengerjakan sistem seperti kendali jelajah berbasis mikroprosesor untuk kendaraan. Pengalaman memprogram cip 6502 inilah yang ternyata menjadi jembatannya ke dunia arcade, sebab perangkat keras game pada masa itu memakai keluarga prosesor yang serupa.
Pada 1980 ia bergabung dengan divisi coin-op Atari, dan di sanalah ia mendapati dirinya sebagai satu-satunya perempuan di antara para perancang. Berada seorang diri sebagai perempuan di lingkungan yang sepenuhnya didominasi laki-laki bukanlah posisi yang mudah, tetapi dari posisi itulah ia menghasilkan karya yang menempatkan namanya dalam sejarah.
Centipede, dan sentuhan yang berbeda
Centipede dirilis Atari pada Agustus 1981, dirancang oleh Dona Bailey bersama Ed Logg. Menurut penuturan Logg sendiri, ia mengerjakan sebagian besar desain sementara Bailey mengerjakan sekitar separuh pemrogramannya, sebuah pembagian kerja yang layak disebut apa adanya agar akurat. Yang membuat Centipede menonjol, dan yang menjadi kontribusi khas Bailey, adalah tampilannya.
Sebagian besar game arcade pada masa itu memakai warna-warna keras dan tema kekerasan yang gelap. Bailey memilih arah berbeda. Ia memberi Centipede palet warna pastel yang lembut dan cerah, sesuatu yang sangat tidak biasa untuk game arcade. Dalam sebuah wawancara ia menjelaskan bahwa ia menyukai pastel dan ingin game itu terlihat berbeda, menarik secara visual. Selain warnanya, Centipede memakai kendali trackball, sebuah bola yang diputar dengan telapak tangan, memberi permainan rasa yang lebih halus dan intuitif dibanding joystick kaku.
Mengubah siapa yang bermain
Pilihan-pilihan desain Bailey punya dampak yang melampaui estetika. Centipede menjadi salah satu game arcade pertama yang dimainkan secara luas oleh perempuan dan anak perempuan. Sebuah perkiraan industri pada 1982 menyebut bahwa sekitar separuh pemain Centipede adalah perempuan, angka yang mencolok dibandingkan game lain pada masa itu yang pemainnya hampir seluruhnya laki-laki. Warna yang lembut dan kendali yang ramah tampaknya membuka pintu bagi kelompok pemain yang selama ini merasa arcade bukan tempat untuk mereka.
Ini adalah bukti nyata bahwa siapa yang merancang sebuah game memengaruhi siapa yang memainkannya. Bailey membawa sudut pandang yang tak ada di sekelilingnya, dan sudut pandang itu menghasilkan game yang terasa mengundang bagi audiens yang lebih luas. Centipede sendiri sukses besar secara komersial, tercatat sebagai salah satu game arcade dengan pendapatan tertinggi di Amerika pada 1982.
Meninggalkan industri, lalu diakui kembali
Karier Bailey di game tidak berlangsung lama. Ia meninggalkan Atari pada 1982, sempat bekerja di perusahaan game lain, lalu meninggalkan industri game sepenuhnya pada 1985. Alasan kepergiannya sering dikaitkan dengan sulitnya menjadi perempuan sendirian di lingkungan yang didominasi laki-laki, tetapi ini muncul dari wawancara dan penuturan, bukan catatan resmi, jadi sebaiknya diperlakukan sebagai narasi yang ia sampaikan sendiri, bukan fakta yang terdokumentasi kaku.
Puluhan tahun kemudian, kontribusinya mendapat pengakuan yang layak. Ia kembali aktif, sejak 2008 mengajar di sebuah universitas di Arkansas, menerima penghargaan pencapaian seumur hidup di bidang perempuan dan game pada 2013, dan menjadi pembicara tamu, termasuk di museum permainan terkemuka. Centipede sendiri diinduksi ke aula kehormatan video game pada 2020, mengabadikan tempatnya dalam sejarah.
Bagi saya, kisah Dona Bailey adalah pengingat bahwa sejarah arcade tidak selengkap yang kita kira bila hanya diceritakan lewat nama-nama laki-laki. Di tengah industri yang hampir seluruhnya pria, seorang perempuan yang berlatar memprogram mobil menciptakan sebuah game dengan warna pastel dan bola putar, dan game itu tidak hanya sukses, tetapi mengundang kelompok pemain baru ke depan mesin arcade. Setiap kali saya memikirkan Centipede, dengan bebatuan jamurnya yang berwarna lembut dan ular seribu kaki yang meluncur turun, saya teringat bahwa perbedaan kecil dalam siapa yang memegang pena perancang bisa mengubah siapa yang akhirnya memegang trackball.
Sumber
1UP Ditulis oleh Reza Mahendra. Reza Mahendra tumbuh di depan kabinet ding dong dan tidak pernah benar-benar beranjak. Ia menulis tentang gim arcade sebagai budaya dan rancangan, memadukan ingatan lapangan dengan sumber yang bisa ditelusuri.