Donkey Kong setinggi enam meter: kenapa museum mengabadikan gorila, bukan Mario
Di sebuah museum di New York berdiri kabinet Donkey Kong hampir 20 kaki yang benar-benar bisa dimainkan. Kisah di baliknya adalah kisah game 1981 yang menyelamatkan Nintendo, melahirkan Mario, dan diam-diam menemukan cara bercerita di arcade.
Ketika pertama kali melihat fotonya, saya kira itu rekayasa: sebuah kabinet Donkey Kong yang menjulang setinggi bangunan dua lantai, dengan layar sebesar papan iklan dan joystick di pedestal setinggi pinggang. Ternyata benda itu nyata, berdiri di The Strong National Museum of Play di Rochester, New York, dan yang paling membuat saya kagum bukan ukurannya, melainkan bahwa ia benar-benar bisa dimainkan. Bukan pajangan mati, melainkan Donkey Kong sungguhan yang diperbesar sampai raksasa. Pertanyaan yang langsung muncul di kepala saya adalah: dari sekian ribu game arcade, kenapa justru gorila pelempar tong ini yang dipilih untuk diabadikan sebesar itu?
Raksasa yang tetap sebuah mesin arcade sejati
Detail kabinet raksasa itu layak dijelaskan dulu, karena di situ letak keajaibannya. Tingginya kurang lebih dua puluh kaki, sekitar enam meter, dan dipromosikan sebagai kabinet Donkey Kong terbesar di dunia yang bisa dimainkan. Ia debut pada akhir Juni 2023, bertepatan dengan pembukaan perluasan gedung museum, dan dibangun oleh tim museum dengan masukan dari Nintendo of America. Artinya ini bukan produk resmi buatan Nintendo, melainkan karya museum yang direstui dan dibantu oleh pemegang mereknya.
Yang membuat saya, sebagai penggemar, benar-benar hormat adalah cara ia bekerja. Kabinet itu tidak menjalankan tiruan atau emulasi; ia digerakkan oleh papan arcade asli Donkey Kong, dengan tampilan yang diperbesar berkali-kali lipat lewat perangkat penskala sehingga permainannya tetap identik dengan versi aslinya. Pemain berdiri di bawah layar yang menggantung dan memegang joystick berukuran normal untuk memainkan gambar seukuran dinding. Ini bukan sekadar patung; ini mesin arcade sungguhan yang kebetulan sebesar rumah.
Game yang menyelamatkan Nintendo
Untuk mengerti kenapa Donkey Kong pantas mendapat perlakuan istimewa, kita harus kembali ke 1981, ke masa ketika Nintendo of America nyaris karam. Perusahaan itu terjebak dengan ribuan kabinet game bernama Radar Scope yang tidak laku di pasar Amerika. Gudang penuh mesin yang tak diinginkan siapa pun adalah bencana finansial, dan Nintendo butuh keajaiban untuk mengubahnya menjadi uang.
Keajaiban itu datang dari seorang pegawai muda bernama Shigeru Miyamoto, yang diberi tugas merancang game baru untuk mengisi kabinet-kabinet Radar Scope yang menganggur. Hasilnya adalah Donkey Kong, dan sekitar dua ribu kabinet tak laku itu dikonversi menjadi mesin Donkey Kong lewat kit khusus. Yang terjadi berikutnya adalah kebalikan total dari bencana: game itu meledak, terjual lebih dari seratus ribu kabinet di Amerika dan menghasilkan pendapatan yang ditaksir mencapai sekitar seratus delapan puluh juta dolar dalam waktu singkat. Sebuah game menyelamatkan sebuah perusahaan, dan perusahaan itu kelak menjadi salah satu nama terbesar dalam sejarah hiburan.
Kelahiran seorang tukang kayu bernama Jumpman
Di balik keberhasilan finansial itu tersembunyi kelahiran yang jauh lebih penting dalam jangka panjang. Tokoh yang Anda kendalikan di Donkey Kong, sang pelompat kecil yang harus menyelamatkan seorang perempuan dari cengkeraman gorila, awalnya hanya diberi nama Jumpman. Karakter itu kelak dinamai ulang menjadi Mario, dan menjadi maskot yang muncul di ratusan game selama puluhan tahun sesudahnya. Donkey Kong, dengan kata lain, bukan hanya menyelamatkan Nintendo secara keuangan; ia memperkenalkan wajah yang akan menjadi ikon perusahaan itu selamanya.
Bagi saya, inilah alasan pertama kenapa museum memilih Donkey Kong. Mengabadikan game ini berarti mengabadikan momen kelahiran Mario, dan sulit menemukan satu titik lain dalam sejarah arcade yang begitu padat maknanya bagi apa yang datang sesudahnya.
Menemukan cara bercerita di kotak koin
Ada alasan kedua yang lebih halus, dan lebih saya sukai. Kebanyakan game arcade sebelum Donkey Kong tidak punya cerita; Anda menembak, menghindar, atau mengumpulkan, tanpa alasan naratif apa pun. Donkey Kong berbeda. Ia membuka dengan sebuah situasi yang bisa dipahami siapa saja: gorila menculik seorang perempuan dan membawanya ke puncak konstruksi, dan tugas Anda mendakikan si tukang kayu untuk menyelamatkannya. Ada adegan pembuka, ada perkembangan antar tahap, ada motif yang membuat Anda peduli. Museum menyebutnya sebagai salah satu game arcade pertama yang benar-benar bercerita.
Ini terobosan yang mudah diremehkan karena sekarang terasa biasa. Pada 1981, gagasan bahwa mesin pemakan koin bisa menyajikan sebuah kisah kecil, lengkap dengan tokoh yang punya nama dan konflik, adalah lompatan konseptual. Donkey Kong membuktikan bahwa arcade tidak harus hanya soal refleks dan skor; ia bisa juga soal karakter dan tujuan. Genre platform yang kelak mendominasi dunia game lahir dari sini, dari seekor gorila dan setumpuk tong yang menggelinding.
Layak masuk aula kehormatan
Pengakuan atas semua ini datang bukan hanya dalam bentuk kabinet raksasa. The Strong, museum yang juga menjadi rumah bagi World Video Game Hall of Fame, memasukkan Donkey Kong ke aula kehormatan itu pada 2017, sederet dengan game-game yang dianggap paling berpengaruh sepanjang masa. Kabinet enam meter itu, dengan begitu, adalah kelanjutan fisik dari sebuah penilaian sejarah: bahwa game ini penting bukan karena nostalgia semata, melainkan karena begitu banyak hal yang kita anggap wajar dalam game hari ini bermula di sana.
Tentu Donkey Kong juga punya sisi legendanya sendiri, dari layar kematian di level dua puluh dua yang menghentikan para pemain terbaik, sampai kompetisi skor tinggi yang diabadikan dalam sebuah film dokumenter pada 2007 dan sejak itu berubah menjadi kisah persaingan yang setengah fakta setengah folklor. Saya akan menyimpan cerita-cerita itu untuk lain waktu, karena masing-masing pantas dibahas sendiri. Untuk sekarang, cukup berdiri membayangkan diri di bawah layar setinggi dinding itu, memegang joystick, dan menyadari bahwa gorila pelempar tong yang sedang saya lawan adalah titik awal dari hampir segalanya yang saya cintai tentang game.
Sumber
- Artnet — kabinet Donkey Kong raksasa (~20 kaki, bisa dimainkan) debut di The Strong, 30 Juni 2023, dengan masukan Nintendo of America
- The Strong National Museum of Play — profil Donkey Kong dan World Video Game Hall of Fame (masuk 2017)
- Donkey Kong (arcade game) — Wikipedia: rilis 1981, desainer Shigeru Miyamoto, konversi Radar Scope, debut Mario
1UP Ditulis oleh Reza Mahendra. Reza Mahendra tumbuh di depan kabinet ding dong dan tidak pernah benar-benar beranjak. Ia menulis tentang gim arcade sebagai budaya dan rancangan, memadukan ingatan lapangan dengan sumber yang bisa ditelusuri.