Polybius: legenda arcade yang tidak pernah benar-benar ada
Konon ada mesin arcade misterius di Portland tahun 1981 yang membuat pemainnya sakit, diawasi pria berjas hitam, lalu lenyap tanpa jejak. Kisah Polybius adalah salah satu legenda urban paling terkenal dalam dunia game, dan yang paling menarik justru bagaimana ia terbukti tidak pernah nyata.
Di antara semua cerita seram yang beredar di dunia game, tidak ada yang lebih terkenal atau lebih menggigit imajinasi daripada legenda Polybius. Kisahnya berbunyi seperti ini: pada sekitar tahun 1981, sebuah mesin arcade misterius bernama Polybius konon muncul di kota Portland, Oregon. Mesin berkabinet hitam ini digambarkan sangat adiktif, dengan permainan abstrak yang membuat orang tak bisa berhenti memainkannya. Tetapi para pemainnya, menurut legenda, mulai menderita gejala mengerikan; mual, kejang, amnesia, mimpi buruk, bahkan halusinasi. Yang lebih menyeramkan, mesin-mesin ini konon dikunjungi secara berkala oleh pria-pria berjas hitam misterius yang mengumpulkan data darinya, seolah seluruh permainan adalah eksperimen rahasia. Lalu, sama misteriusnya dengan kemunculannya, mesin-mesin itu lenyap tanpa jejak. Kisah ini begitu memikat, tetapi yang paling menarik darinya justru adalah bagaimana ia hampir pasti tidak pernah benar-benar terjadi.
Kisah yang terlalu bagus untuk nyata
Perlu ditegaskan sejak awal, dan setegas mungkin, bahwa Polybius secara luas diklasifikasikan sebagai legenda urban atau tipuan, bukan sejarah nyata. Tidak ada bukti kredibel bahwa mesin arcade seperti yang dijelaskan legenda itu pernah ada. Tidak ada surat kabar dari era itu yang memberitakannya, tidak ada majalah game masa itu yang menyebutnya, tidak ada satu pun kabinet yang selamat, dan tidak ada kode permainannya yang pernah ditemukan. Untuk sebuah mesin yang konon menyebabkan kehebohan medis dan diawasi agen pemerintah, ketiadaan total jejak dari tahun 1981 adalah petunjuk kuat bahwa kisah itu bukan sejarah, melainkan cerita yang dikarang.
Setiap elemen legenda ini memiliki daya tarik yang khas bagi imajinasi. Ada unsur teknologi berbahaya, unsur konspirasi pemerintah, unsur pria berjas hitam yang klasik dalam cerita paranoia, dan unsur misteri sesuatu yang lenyap tanpa penjelasan. Perpaduan ini menjadikan Polybius kisah yang sempurna untuk disebarkan dan dibumbui, karena ia menyentuh banyak ketakutan dan fantasi sekaligus. Tetapi justru kesempurnaan dramatis inilah yang seharusnya membuat kita skeptis; kisah nyata jarang serapi dan sengeri ini, dan sebuah cerita yang terlalu bagus untuk nyata sering kali memang tidak nyata.
Ketika legenda itu sebenarnya lahir
Salah satu bukti paling meyakinkan bahwa Polybius adalah karangan adalah penelusuran kapan legenda itu sebenarnya muncul. Bertentangan dengan klaim bahwa kisah ini berasal dari tahun 1981, jejak paling awal dari legenda Polybius sebenarnya muncul secara daring sekitar tahun 2000, hampir dua dekade setelah mesin itu konon ada. Referensi paling awal yang diketahui adalah sebuah entri di sebuah basis data arcade daring, yang disajikan seolah bertanggal dari masa lalu, tetapi penelusuran menunjukkan bahwa tanggal itu dipalsukan, dan catatan arsip mengungkap bahwa entri itu sebenarnya dibuat pada awal tahun 2000.
Temuan ini mengubah segalanya. Bila legenda tentang sebuah mesin dari tahun 1981 baru muncul secara daring pada tahun 2000, tanpa jejak apa pun di antaranya, maka penjelasan yang paling masuk akal adalah bahwa kisah itu dikarang sekitar tahun 2000, bukan direkam dari peristiwa nyata dua dekade sebelumnya. Sebagian analisis bahkan menyimpulkan bahwa entri itu kemungkinan besar dibuat untuk mempromosikan situs basis data tempat ia muncul. Penyebutan Polybius dalam media cetak baru menyusul beberapa tahun kemudian, pada awal dekade dua ribuan, itu pun dengan nada yang menyebut keberadaannya sebagai tidak dapat dipastikan. Kronologi ini adalah tulang punggung argumen bahwa Polybius adalah mitos era internet, bukan artefak sejarah arcade.
Serpihan kenyataan yang mungkin terjalin
Meski kisah intinya adalah karangan, para peneliti telah menunjuk beberapa peristiwa nyata dari sekitar masa itu yang mungkin terjalin ke dalam legenda, meski penting ditekankan bahwa ini hanyalah dugaan tentang bahan yang mungkin diserap mitos, bukan bukti bahwa mesin itu ada. Pada tahun 1981 memang ada laporan pemain arcade di kawasan itu yang jatuh sakit; seorang pemain dilaporkan mengalami migrain setelah bermain sebuah game, dan ada kasus remaja yang mengalami keluhan fisik saat mencoba memecahkan rekor bermain berjam-jam. Ini adalah kejadian sakit yang nyata, tetapi sama sekali tidak berkaitan dengan mesin misterius mana pun.
Yang lebih menarik, pada sekitar tahun 1981 dan 1982 memang terjadi penggerebekan oleh agen federal terhadap sejumlah arcade di kawasan Portland. Tetapi penggerebekan ini sama sekali bukan tentang eksperimen pengendalian pikiran; ia terkait dengan mesin-mesin yang secara ilegal diubah menjadi alat perjudian. Para agen memeriksa mesin dan mencatat skor sebagai bagian dari penyelidikan perjudian itu. Banyak yang menduga bahwa penggerebekan nyata inilah, dengan agen pemerintah yang memeriksa mesin arcade, yang menjadi kernel nyata di balik motif pria berjas hitam yang mengumpulkan data dalam legenda. Bila benar, maka legenda Polybius adalah contoh menarik tentang bagaimana serpihan peristiwa nyata bisa dipilin dan digabung menjadi sebuah mitos yang sama sekali baru, dengan makna yang jauh berbeda dari kenyataan aslinya.
Nama yang ironis dan warisan sebuah mitos
Ada satu detail yang memberi lapisan ironi menyenangkan pada seluruh kisah ini, yaitu nama Polybius itu sendiri. Nama itu merujuk pada Polybius, seorang sejarawan Yunani kuno yang justru terkenal karena menekankan pentingnya verifikasi dan kebenaran dalam mencatat sejarah, serta karena tidak mudah tertipu oleh cerita yang tidak terbukti. Ada ironi yang tajam dalam kenyataan bahwa sebuah nama yang identik dengan ketelitian sejarah dan penolakan terhadap tipuan justru melekat pada salah satu kisah karangan paling terkenal dalam dunia game.
Terlepas dari ketidaknyataannya, atau mungkin justru karenanya, legenda Polybius telah menjadi bagian abadi dari budaya game. Ia menyebar luas dalam budaya internet, menginspirasi game-game penghormatan yang sengaja dinamai Polybius, dan muncul dalam berbagai acara televisi serta media populer sebagai referensi yang dikenal para penggemar. Warisannya membuktikan sesuatu yang menarik tentang cara manusia menyukai cerita; sebuah kisah tidak perlu nyata untuk menjadi berpengaruh dan dicintai. Polybius mengajarkan kita untuk menikmati misteri sekaligus tetap skeptis, untuk menghargai kekuatan sebuah legenda yang bagus sambil tidak melupakan pentingnya bertanya apakah ia benar-benar terjadi. Dan mungkin, dengan nama yang diambil dari sejarawan yang mendambakan kebenaran, legenda ini secara tak sengaja menjadi pengingat sempurna bahwa kisah paling menawan sekalipun layak kita periksa sebelum kita percaya.
Sumber
1UP Ditulis oleh Reza Mahendra. Reza Mahendra tumbuh di depan kabinet ding dong dan tidak pernah benar-benar beranjak. Ia menulis tentang gim arcade sebagai budaya dan rancangan, memadukan ingatan lapangan dengan sumber yang bisa ditelusuri.