KOIN TERAKHIR
KONTROVERSI

Rekor yang dibongkar lalu dikembalikan: kisah panjang skor Donkey Kong Billy Mitchell

Selama bertahun-tahun ia pemegang rekor Donkey Kong paling terkenal. Lalu sebuah analisis teknis mempersoalkan apakah skornya dibuat di mesin asli, memicu penghapusan rekor, gugatan hukum, dan akhirnya penyelesaian. Sebuah kisah yang belum benar-benar tuntas.

Reza Mahendra — menulis Koin Terakhir · 12 September 2026

Di dunia rekor skor arcade, sedikit nama sebesar Billy Mitchell, dan sedikit kisah serumit apa yang menimpanya. Selama bertahun-tahun ia adalah wajah dari perburuan skor tertinggi Donkey Kong, seorang tokoh yang begitu ikonik sampai menjadi pusat sebuah film dokumenter. Lalu, dalam rentang beberapa tahun, rekor-rekornya dibongkar, dihapus, diperkarakan di pengadilan, dan sebagian dikembalikan. Kisah ini menyentuh sesuatu yang saya sebutkan sepintas di tulisan lain tentang Donkey Kong, dan ia layak diceritakan sendiri, dengan hati-hati, karena menyangkut tuduhan terhadap orang yang masih hidup dan sebuah sengketa yang tidak berakhir dengan vonis salah atau benar, melainkan dengan penyelesaian.

Sang legenda dan filmnya

Billy Mitchell membangun reputasinya sejak era 1980-an sebagai salah satu pemain arcade paling berprestasi. Ia mencatat rangkaian rekor Donkey Kong, termasuk skor yang diklaim sebagai penembus satu juta poin pertama pada 2007, dan skor tertinggi berikutnya pada 2010. Ia juga mencatat permainan Pac-Man yang dianggap sempurna pada 1999, sebuah pencapaian yang menuntut memakan setiap titik, buah, dan hantu yang mungkin sepanjang seluruh permainan.

Ketenarannya melonjak lewat film dokumenter The King of Kong: A Fistful of Quarters, yang dirilis pada 2007. Film itu menyorot persaingan memperebutkan rekor Donkey Kong antara Mitchell dan seorang penantang bernama Steve Wiebe, dan menampilkan Mitchell sebagai sosok juara yang percaya diri. Bagi banyak orang, termasuk saya waktu pertama menontonnya, film itulah perkenalan pertama dengan dunia rekor skor arcade yang ternyata penuh gairah, ambisi, dan drama.

Lembaga yang mencatat rekor

Untuk memahami skandalnya, perlu diketahui peran Twin Galaxies, sebuah lembaga yang selama puluhan tahun menjadi pencatat dan pemverifikasi rekor skor video game. Twin Galaxies adalah semacam wasit resmi dunia rekor arcade, dan menjadi sumber rujukan bagi Guinness World Records untuk urusan skor game. Ketika Twin Galaxies mengesahkan sebuah rekor, rekor itu diperlakukan sebagai sah oleh komunitas dan oleh dunia luar. Itu sebabnya keputusan lembaga ini soal rekor Mitchell membawa dampak begitu besar.

Pertanyaan teknis tentang layar

Kontroversi bermula pada 2017, ketika seorang anggota komunitas Donkey Kong bernama Jeremy Young, yang dikenal dengan nama Xelnia, mengajukan keraguan atas rekaman rekor Mitchell. Pada awal 2018, ia dan beberapa penganalisis lain memaparkan argumen teknis yang cukup spesifik. Inti klaim mereka menyangkut cara permainan berpindah dari satu layar ke layar berikutnya. Menurut analisis itu, pola transisi layar pada rekaman rekor Mitchell konsisten dengan cara sebuah emulator bernama MAME menampilkan permainan, bukan dengan cara papan arcade Donkey Kong asli menampilkannya.

Perbedaan ini penting karena aturan rekor menuntut skor dibuat di perangkat keras arcade asli yang tidak dimodifikasi, bukan di emulator yang berjalan di komputer. Bila benar rekaman itu berasal dari MAME, maka rekor tersebut tidak memenuhi syarat. Mitchell membantah tuduhan itu, menyatakan bahwa ia tidak pernah memakai MAME dan mempersoalkan keabsahan analisis terhadap rekamannya. Penting dicatat bahwa ini adalah klaim yang saling berhadapan dari kedua pihak, bukan sesuatu yang telah dibuktikan di pengadilan.

Penghapusan, lalu pembalikan

Pada April 2018, Twin Galaxies mengumumkan kesimpulan investigasinya. Lembaga itu menyatakan bahwa papan Donkey Kong asli yang tidak dimodifikasi tidak akan menghasilkan tampilan seperti yang terlihat dalam rekaman skor tersebut, lalu menghapus seluruh rekor Mitchell dari basis datanya dan melarangnya mengirim skor. Tak lama kemudian, Guinness World Records ikut mendiskualifikasi rekor Mitchell, mengacu pada keputusan Twin Galaxies sebagai sumber verifikasinya. Dalam waktu singkat, seorang yang pernah disebut pemain video game terhebat kehilangan hampir seluruh pengakuan resminya.

Tetapi cerita tidak berhenti di situ, dan di sinilah banyak orang salah mengingat urutannya. Pada Juni 2020, Guinness World Records mengembalikan rekor Donkey Kong dan Pac-Man Mitchell, menyatakan tidak menemukan bukti konklusif bahwa ia memakai metode yang tidak sah. Jadi pihak yang mengembalikan pengakuan pada 2020 adalah Guinness, bukan Twin Galaxies. Kedua lembaga itu mengambil sikap berbeda, dan perbedaan itu sendiri menunjukkan betapa tidak bulatnya kesimpulan atas kasus ini.

Berakhir dengan penyelesaian, bukan vonis

Mitchell tidak menerima penghapusan rekornya secara diam. Ia menggugat Twin Galaxies, termasuk dengan tuduhan pencemaran nama baik. Sengketa hukum itu berlarut selama bertahun-tahun. Akhirnya, pada Januari 2024, Mitchell dan Twin Galaxies mencapai sebuah penyelesaian pribadi yang syaratnya tidak diumumkan. Sebagai bagian darinya, Twin Galaxies memasang kembali skor Mitchell, tetapi ke dalam sebuah basis data historis yang bersifat arsip, bukan ke papan rekor aktif, dan menghapus unggahan forum yang bernada menuduh. Dalam prosesnya, seorang ahli bahkan menyampaikan bahwa kualitas bukti yang ada terlalu rendah untuk memastikan apakah perangkat keras yang tidak sah benar-benar digunakan.

Yang penting digarisbawahi, dan alasan saya menuliskan kisah ini dengan sangat hati-hati, adalah bahwa sengketa ini berakhir dengan penyelesaian, bukan dengan putusan pengadilan yang menyatakan Mitchell bersalah atau tidak bersalah. Tidak ada vonis yang menyatakan ia curang, dan tidak ada pula pernyataan resmi yang membersihkannya sepenuhnya dari semua keraguan. Ia dilaporkan tetap dilarang dari kompetisi Twin Galaxies bahkan setelah penyelesaian itu. Kasusnya berakhir dalam wilayah abu-abu, tempat sebagian orang tetap yakin rekornya sah dan sebagian lain tetap ragu.

Kenapa kisah ini penting bagi budaya rekor

Terlepas dari di mana kebenarannya berada, saga Billy Mitchell mengungkap sesuatu yang menarik tentang budaya rekor skor arcade. Mengejar skor tertinggi di sebuah permainan tua adalah pencapaian yang begitu langka sehingga tiap klaim besar layak diperiksa dengan cermat, dan komunitas ini mengembangkan alat verifikasi yang sangat teliti, sampai ke tingkat menganalisis cara satu layar berpindah ke layar berikutnya. Ketelitian itu adalah bentuk penghormatan terhadap betapa sulitnya pencapaian yang sedang diklaim.

Saga ini juga mengingatkan bahwa di persimpangan antara nostalgia, kebanggaan, dan reputasi pribadi, kebenaran bisa menjadi hal yang sangat sulit dipastikan. Rekor arcade dulu terasa sederhana: masukkan koin, mainkan sebaik mungkin, dan angka di layar adalah bukti. Kasus Mitchell menunjukkan bahwa ketika taruhannya adalah warisan dan nama, bahkan angka di layar pun bisa menjadi bahan sengketa yang berlangsung bertahun-tahun tanpa akhir yang benar-benar memuaskan siapa pun.

Sumber

  1. Billy Mitchell (gamer) — Wikipedia: rekor Donkey Kong, sengketa MAME vs PCB, tindakan Twin Galaxies 2018, pengembalian Guinness 2020
  2. The Register (17 Jan 2024) — sengketa Twin Galaxies vs Billy Mitchell berakhir dengan penyelesaian; skor dipasang ke arsip historis

1UP Ditulis oleh Reza Mahendra. Reza Mahendra tumbuh di depan kabinet ding dong dan tidak pernah benar-benar beranjak. Ia menulis tentang gim arcade sebagai budaya dan rancangan, memadukan ingatan lapangan dengan sumber yang bisa ditelusuri.