Taiko no Tatsujin: gendang Jepang yang menaklukkan arcade dunia
Dengan gendang taiko fisik dan dua sepasang stik, Taiko no Tatsujin mengubah irama menjadi permainan yang menyenangkan untuk semua usia. Sejak 2001, game ritme Namco ini menjadi salah satu waralaba paling bertahan dan dicintai, terutama di Jepang dan Asia.
Bila kamu pernah masuk ke arcade di Jepang atau di banyak tempat di Asia, kamu mungkin pernah melihat, atau lebih tepatnya mendengar, sekelompok orang memukul gendang berwarna cerah mengikuti irama musik, tertawa dan menikmati permainan dengan penuh semangat. Itu adalah Taiko no Tatsujin, game ritme dari Namco yang mengubah gendang taiko tradisional Jepang menjadi salah satu permainan arcade paling menyenangkan dan dicintai di dunia. Dirilis pertama kali di arcade Jepang pada tahun dua ribu satu, game ini memadukan gendang fisik, musik yang beragam, dan penyajian yang ceria untuk menciptakan pengalaman yang bisa dinikmati semua usia. Sejak saat itu, Taiko no Tatsujin telah berkembang menjadi salah satu waralaba game ritme paling bertahan dan populer, terutama di Jepang dan Asia, dan kisahnya adalah kisah tentang bagaimana sebuah instrumen tradisional bisa menjadi jantung dari fenomena game modern.
Bukan yang pertama, tetapi yang khas
Sebelum membahas kejeniusan Taiko no Tatsujin, penting untuk menempatkannya dalam konteks yang akurat. Taiko no Tatsujin bukanlah game ritme pertama; genre ini sudah mapan sebelumnya. Game seperti Dance Dance Revolution dari Konami, yang dirilis pada tahun sembilan belas sembilan puluh delapan, tiga tahun sebelum Taiko, telah mempopulerkan game ritme dengan mekanik menginjak panel mengikuti irama. Ada pula game ritme lain dari akhir tahun sembilan puluhan yang turut membangun genre ini. Maka Taiko no Tatsujin sebaiknya dipahami bukan sebagai penemu genre ritme, melainkan sebagai salah satu entri paling khas dan sukses di dalamnya.
Namun meski bukan yang pertama, Taiko no Tatsujin menonjol dengan sangat kuat karena pendekatannya yang unik dan khas. Di mana banyak game ritme menggunakan panel injak atau tombol, Taiko no Tatsujin menggunakan gendang taiko fisik, sebuah instrumen tradisional Jepang, sebagai pengendalinya. Pilihan ini memberi game sebuah identitas yang segar dan berbeda, menghubungkannya dengan warisan budaya Jepang sekaligus menawarkan cara bermain yang secara fisik memuaskan. Keunikan inilah, ditambah penyajian yang ceria dan musik yang beragam, yang membuat Taiko no Tatsujin meninggalkan jejaknya sendiri dan menjadi salah satu pilar genre game ritme.
Cara bermain: don dan ka
Inti dari Taiko no Tatsujin adalah mekaniknya yang sederhana namun memuaskan, berpusat pada gendang taiko fisik yang dimainkan dengan sepasang stik yang disebut bachi. Permainan ini menggunakan dua jenis pukulan dasar yang membentuk seluruh gameplay-nya. Yang pertama adalah memukul bagian tengah gendang, yang menghasilkan suara dalam yang disebut don, ditandai dengan not berwarna merah. Yang kedua adalah memukul bagian pinggir atau tepi gendang, yang menghasilkan suara lebih tajam yang disebut ka, ditandai dengan not berwarna biru.
Pemain mengikuti not-not yang bergerak melintasi layar mengikuti irama musik, memukul tengah gendang untuk not merah dan tepi gendang untuk not biru pada waktu yang tepat. Kesederhanaan mekanik ini, hanya dua jenis pukulan, membuat game sangat mudah dipelajari dan diakses siapa saja, sementara lagu-lagu yang lebih sulit dengan pola not yang cepat dan rumit menawarkan tantangan bagi pemain mahir. Nama don dan ka sendiri bersifat onomatope, meniru suara yang dihasilkan tiap jenis pukulan, menambah nuansa menyenangkan pada permainan. Sensasi memukul gendang fisik mengikuti irama, mendengar suara don dan ka yang memuaskan, adalah bagian dari daya tarik utama Taiko no Tatsujin yang membuatnya begitu menghibur.
Don-chan dan pesona yang ceria
Salah satu elemen yang menambah pesona Taiko no Tatsujin adalah maskotnya yang menggemaskan, sebuah karakter gendang taiko beranimasi yang bernama Don-chan. Karakter ceria ini menjadi wajah dari seluruh waralaba, memberi game kepribadian yang ramah dan menyenangkan. Penyajian yang cerah, penuh warna, dan ramah keluarga inilah yang menjadi salah satu ciri khas Taiko no Tatsujin, membedakannya dari game yang lebih serius atau kompetitif, dan menjadikannya permainan yang mengundang semua orang, dari anak-anak hingga orang dewasa, untuk ikut bermain dengan gembira.
Daya tarik Taiko no Tatsujin juga terletak pada daftar lagunya yang luas dan beragam. Game ini terkenal dengan koleksi musik yang eklektik, mencakup lagu-lagu pop Jepang, tema anime, musik klasik, lagu Vocaloid, hingga musik dari game lain. Keragaman ini memastikan ada sesuatu untuk semua selera, dan membuat game terasa segar karena selalu ada lagu baru untuk dimainkan. Perpaduan antara mekanik yang mudah diakses, penyajian yang ceria dengan Don-chan, dan daftar lagu yang beragam inilah yang menjadikan Taiko no Tatsujin begitu memikat dan cocok untuk dinikmati bersama, menjadikannya pemandangan yang akrab di arcade sebagai tempat orang berkumpul dan bersenang-senang.
Waralaba yang bertahan lama
Taiko no Tatsujin telah membuktikan daya tahannya yang luar biasa sebagai sebuah waralaba. Sejak rilis pertamanya pada tahun dua ribu satu, game ini terus berkembang dengan banyak pembaruan versi arcade dan berbagai porting ke konsol rumah serta perangkat genggam, dari PlayStation hingga Nintendo Switch dan banyak platform lain. Kemampuannya untuk terus relevan selama lebih dari dua dekade menjadikannya salah satu waralaba game ritme paling bertahan, sebuah pencapaian yang sedikit game bisa tandingi.
Popularitas Taiko no Tatsujin, terutama di Jepang dan Asia, mencerminkan bagaimana game ini telah menjadi bagian dari budaya arcade dan hiburan. Ia bukan sekadar game, melainkan pengalaman sosial yang mempertemukan orang, tempat teman dan keluarga berkumpul untuk memukul gendang bersama dan menikmati musik. Menelusuri kisah Taiko no Tatsujin mengungkap bagaimana sebuah gagasan yang cerdik, memadukan instrumen tradisional Jepang dengan genre game ritme modern, bisa melahirkan sesuatu yang begitu dicintai dan bertahan lama. Dari gendang taiko yang berakar pada budaya kuno hingga arcade modern yang ramai, Taiko no Tatsujin adalah bukti bahwa kadang inovasi terbaik datang dari memadukan yang lama dengan yang baru, menciptakan pengalaman yang terasa segar sekaligus akrab, dan yang mengundang semua orang untuk ikut merasakan kegembiraan memukul gendang mengikuti irama.
Sumber
1UP Ditulis oleh Reza Mahendra. Reza Mahendra tumbuh di depan kabinet ding dong dan tidak pernah benar-benar beranjak. Ia menulis tentang gim arcade sebagai budaya dan rancangan, memadukan ingatan lapangan dengan sumber yang bisa ditelusuri.